Search This Blog

Loading...

Syair Ulang Tahun - Mukti-Mukti



Kuning lembayung di beranda
Subuh ini
Membangunkan setiap saat
Tentang hidup

Mendadak makna garis bawahi
Di tiap tarikan nafas
Aku terpaku

Matahari semakin mendakwa
Apa yang telah kau kerjakan?
Apa yang telah kau mengerti?

Selamat Hari Ulang Tahun -- meski saya lebih suka menyebutnya Selamat Hari Keberlanjutan. Ya, keberlanjutan. Karena momentum kelahiran -- mbrojolnya kita ke dunia -- sekedar merupakan kelanjutan. Sebelum kita keluar dari perut ibu, kita telah ada di dalam rahim ibu selama berbulan-bulan. Jadi kapan sesungguhnya kita ada? Mungkin kita lantas berpikir saat bapak dan ibu "membuat" kita. Agaknya ini juga bukan jawaban yang tepat. Sebab kalau menunjuk saat itu, sebenarnya elemen-elemen kita juga sudah ada dalam bapak dan ibu. Bahkan sebelum bapak dan ibu kita lahir, elemen-elemen kita telah ada dalam diri si mbah kakung dan mbah putri.

Barangkali kita seperti kertas. Coba ambil sehelai kertas dan lihatlah. Kertas lahir bukan dari kekosongan. Ia lahir dari banyak komponen. Ia lahir dari awan juga dari matahari karena sinar matahari membantu pohon untuk tumbuh. Kertas juga lahir dari penebang pohon dan masih banyak komponen-komponen lain. Jadi sebelum kertas itu lahir, sebenarnya ia sudah ada. Tak ada yang benar-benar baru. Semua sekedar kelanjutan dari titik awal -- saat terjadi penciptaan oleh Yang Maha Kuasa.

Kita, juga sehelai kertas, telah menempuh perjalanan panjang dan akan terus melanjutkan perjalanan melewati aneka warna-warni musim kehidupan menembus ruang, waktu dan bentuk. Perjalanan hidup kita sungguh merupakan keajaiban.

Inilah jawaban atas pertanyaan dari lagu kawan saya, Mukti-Mukti. Apa yang telah saya kerjakan? Saya telah -- dan masih -- melakukan perjalanan. Perjalanan di dunia dan perjalanan ke dalam diri sendiri. Perjalanan untuk mengenal diri sendiri dan untuk mengenalNya. Dari perjalanan sementara ini, saya mengerti bahwa saya adalah satu titik kecil dari alam raya ini. Pasti ada alasan mengapa Pelukis yang Agung membuat titik kecil itu dalam lukisanNya. Ke sanalah aku melanjutkan perjalanan...

No comments:

Post a Comment